Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2006

Aroma Maut – Hamid Jabbar

Menjelang tahun baru  2007.  Menyendiri.  Menikmati sepi.  Dan membaca  puisi.  Tentang mati.
AROMA MAUT – Hamid Jabbar
Berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku?
Barangkali satu denyut lepas, o satu denyut lepas
tepat di saat tak jelas batas-batas, sayangku:
Segalanya terhempas, o segalanya terhempas!
(Laut masih berombak, gelombangnya entah ke mana.
Angin masih berhembus, topannya entah ke mana.
Bumi masih beredar, getarnya sampai [...]

Read Full Post »

Diskon? It’s sux

Pernahkan Anda mendengar program diskon di toko atau pasar tertentu dan Anda membencinya sepenuh hati? Kalau iya angkat tangan. Selamat, Anda bernasib sama dengan saya hari ini.
Pas hari Sabtu kemarin saya jalan-jalan sendiri, dan melihat di toko sepatu langganan saya diberi tulisan merah segede dublang: SALE up to 50%. What the **** !! Saya pan baru beli [...]

Read Full Post »

Resolusi 2007 – versi semi serius

Yang serius engga dicantumkan disini. Seperti biasa di akhir tahun saya banyak merenung. Mikirin target tahun depan. Sepertinya road map tahun 2007 saya masih nyaris sama dengan 2006, yang artinya tidak ada kemajuan? Seperti misalnya:
1. Bangun pagi buta dan lari keliling kompleks MINIMAL 5 hari dalam seminggu, karena Sabtu Minggu adalah hari untuk memuaskan hasrat tidur [...]

Read Full Post »

Ngacapruk tengah Peuting

Soal judul blog. Sundanese Tragedy. Banyak yang nanya kenapa tragedi. Ya pan dari judul aja udah ketauan. Bahwa bahasa ibu sedang mengalami krisis. Yang buntutnya jadi tragedi kebudayaan. Bagaimana tidak, saya sendiri orang Sunda. Asli. Bila menulis dalam bahasa Sunda, yang notabene bahasa nenek moyang saya, saya nyerah. Lebih baik lari keliling lapangan. Kalau nulis [...]

Read Full Post »

Pohon Durian depan Rumah

Pupus sudah harapan saya membuat taman di halaman rumah baru saya. Cita-citanya sih saya ingin membuat taman model Jepang. Apa sih namanya? Pokokna eta lah. Yang ceritanya mau pake pasir-pasir yang dibentuk seperti gelombang, bebatuan alam, rumput halus yang tercukur rapi, air gemercik di pancuran, dan cemara-cemara kerdil yang cantik (hehehe emang muat, kayak punya [...]

Read Full Post »

Tentang makanan

Melihat makanan tumpah ruah di ruang makan hotel selama empat hari kemarin, membuat saya hari ini mencari cireng (aci digoreng) di SD tempat sekolahan Dimas. Empat ribu rupiah dapat seabreg-abreg, dan bumbu kacang semi pedasnya enak sekali. Hehehe begitulah mungkin manusia, disediakan yang enak-enak dan lebih dari cukup malah ingin yang lain-lain Jadi inget si [...]

Read Full Post »

Older Posts »