Dalam Diriku
Sapardi Djoko Damono
dalam diriku mengalir sungai panjang, darah namanya
dalam diriku menggenang telaga darah, sukma namanya
dalam diriku meriak gelombang sukma, hidup namanya
dan karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya
Ketika Jari-jari Bunga Terbuka
Sapardi Djoko Damono
Ketika jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa
betapa sengit
cinta kita
Cahaya bagai kabut-kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriak sepi yang purba
Ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata
Suatu pagi
di sayap kupu-kupu
di sayap warna
Suara burung di ranting-ranting cuaca
bulu-bulu cahaya
Betapa parah cinta kita
Mabuk berjalan
di antara jerit bunga-bunga rekah
Sajak Kecil tentang Cinta
Sapardi Djoko Damono
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai
gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat
mencintai cakrawala
harus menebas jarak
mencintai-Mu
harus menjelma aku
Pahlawan Tak Dikenal
Toto Sudarto Bachtiar
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu



UNGKAPAN HATIKU
andai kumampu berucap mesra
mungkin perasaan ini yang bicara
tanpa ada pongah juga keraguan
menyusun satu demi satu rangkaian
menjadi kata atau kalimat asmara
agar asa memihak hati tuk ceria
tanpa sedih juga tanpa resah
mungkin kau bosan dengan rayuan
mungkin juga kau anggap hanya gombalan…..bukan semua itu kulakukan
ntuk menjamah dan mendapatkan dirimu
karena kusadar kuhanya satu tubuh
tanpa rasa beban..,karena kumerupakan
sebuah emosi yang keluar tanpa saring
sebuah kerikil yang terasah bagai intan
ku memang memujamu…tapi bukan ,
karena ku mendapatmu
kumemang mengagumimu juga bukan
ntuk perasaan penuh nafsu
kuhanya ingin kau menjadi figur cinta
yang didamba para kaum adam
karena bagiku simpatik ini hanya alasan
ntuk menjadi kabut kasih yang mendamba rasa sayang ntuk memeluk
dengan kesungguhan dan menjadi
sebuah roman cinta yang berjalan
*Rizky*
TANPA JUDUL
saat ini hanya desahan nafas panjang
yang kian merasuk dalam jiwaku
entah apa yang harus aku lakukan
dengan ini semua………..
semakin hari ku semakin merindu
kian sayang aku padamu
mungkin hanya ini yang mampu
aku lakukan saat ini
tanpa bisa berbuat lebih tuk merengkuh
walau ku akui kadang ku jenuh akan
semua ini….walau kurasa ku tersiksa
akan rasa ini…namun
kasih ku yang teramat besar menjadikan
aku semakin tegap tuk memujamu
kusadar akan jalan ini
atau memang waktu saja yang belum
memihak padaku
penantian demi penantian kian kutunggu
berharap akan datang bahagia itu untuk
ku…walau ku tau harapan2 itu sangat
kecil ,namun semangat ini memihak
dalam setiap malamku
bermimpi lewat hayalan2 yang kuukir
disetiap tidurku
karena itu yang selalu aku lakukan
agar rindu ini terbalas
agar hati ini tak kan resah
agar kasih ini semakin dalam padamu
agar…cinta ini terus mengalir dalam
darah asmara yang ada dalam jantungku
karena kau sebagian dari hidupku
*rizky*
Bakso
Bakso ….
Pentolmu bak bulan purnama
Yang bersinar di antara
Gelapnya kuah bakso
Kan ku beri jeruk nipis
Serta saos dan sambal
Bakso…..
Engkaulah yang mengertiku
Disaat perutku berdendang
Merintih perih
Bakso….
Jasamu kan ku kenang selalu hingga akhir hayatku
jika aku harus memilih
akan kupilih untuk terus berkarya
jika semua orang mengatakan ke indahannya
maka aku akan mengatakan ke burukanku
jika masih ada celah diruang yang tertutup rapat
maka aku akan mengisi celah itu dengan cahaya yang berkilauan
masih ada kesempatan dalam setiap langkah yang kita tuju
maka…bagi semua insan lukiskanlah keindahan dan keburukan disetiap celah yang masih ada pada dirimu
kata-kata beradu
melebur dalam untaian emosi
emosi larut
membaur dalam kehangatan suasana
komen: saya juga penggemar puisinya Sapardi DJoko Darmono
saya juga penggemar sapardi lho…
saya mengkoleksi puisi2 sapardi karena sapardi merupakan inspirator bagi saya bahkan, saat pertunjukan dramatisasi puisi di kampus saya mengusulkan puisi sapardi yang di angkat menjadi cerita akhirnya puisi yang saya usulkan di terima.
mba ko ga da puisinya pa sapardi yang aku ingin????
klo bisa dimuat berdekatan dengan yang berjudul hujan bulan juni, sebuah ungkapan cinta yg tak sampai……
sama saya juga penggemar puisinya supardi djoko darmono
Kuhentikan Hujan - Supardi Djoko Darmono
Kuhentikan hujan
Kini matahari merindukanku, mengangkat kabut pagi perlahan
ada yang berdenyut dalam diriku
menembus tanah basah,
dendam yang dihamilkan hujan dan cahaya matahari.
Tak bisa kutolak matahari
memaksaku menciptakan bunga-bunga
Antara Ya dan Tidak
Antara ya dan tidak
Aku tidak bergeming….
Aku terpaku….
Aku terdiam….
Aku seperti batu
Antara ya dan tidak
telusur jiwaku….
rangkai sukmaku
khayal yang menjerat
lukis bayangmu….
Antara ya dan tidak
puing sesal terperi
dalam hening bahasa hampir tiada
walau hari tetap mengiring
Sapardi Djoko Darmono hampir selalu berada dalam posisi mengalah, subordinat, dan simple dalam puisinya.
Apakah ini adalah ungkapan cinta sebuah loser atau pecinta sejati?
Senandung rindu
kukibaskan hujan malam ini.
kemudian sekelebat sunyi menggangguku.
aku diam.
tak bergerak.
menunggu angin antarkan kau pulang.
sejurus mata memandang sayu
setengah kantuk kuhitung rindu
kulihat bintang yang selalu satu.
mana dirimu?
kurebahkan diri pada kursi kayu itu.
yang selalu tersenyum melihat kau datang
namun kini ia terbujur beku
dingin dan kaku
kembali padaku laksamana,
kita kembalikan derai canda yang tersapu badai
kita naikan gemuruh cinta yang terhempas buih
kita pancangkan janji
kita sudahi penantian ini
namun hanya denting malam yang menjawab isakku.
dan sepucuk surat serta karangan bunga dari pusaramu, laksamanaku.
arrinda,des2007
[saya suka sekali puisi pak sapardi. sederhana, apa adanya tapi benar2 sarat makna.]
andai cinta
mengalir dalam duka
kan ku kenang
ketika angin tak jadi menghadang
andai sayang
melawan dunia
kan kusayang
dalam setiap kenangan
cinta akang ka nyai
cinta akang ka nyai
lir ibarat waduk …..
ngangkleung di susukan
moal aya nu wani megatkeun